selamat datang di adhiepati.blogspot.com

"..ini adalah sebagian dari kisah hidupQ & isi pikiran2Q yang ga penting, kalo saat ini anda sedang kurang kerjaan..baca saja dengan santai..dijamin tidak ada efek samping setelah anda selesai membaca blog ini.."

"..SELAMAT MEMBACA.."

Kamis, 24 April 2008

batas sebuah kewajaran

tadi siang sempat nonton infotainment..ceiileee kurang kerjaan banget liat gituan..sebenarnya ga niat liat acaranya tapi niat liat pembawa acaranya aja..he3x...abis pembawa acaranya manis banget seh..jadi wajar khan..aq khan masih normal..ha3x...

Tetapi setelah liat sedikit jadi tertarik untuk liat sampe abis deh.. topiknya sekitar adegan ciuman dalam sebuah film.. intinya bagaimana sich pendapat para artis ketika mereka mendapat adegan yang mengharuskan untuk berciuman dengan lawan main mereka..yang tentunya lawan jenis juga..

Ada yang menganggap itu sebagai suatu kewajaran karena bagaimanapun itu adalah resiko dalam menjalankan pekerjaan mereka yang notabene adalah artis pemain film. Tuntutan keprofesionalan.. itu adalah sebagian alasan yang mereka kemukakan.

Nah yang lebih mengejutkan bagi saya saat lihat acara tersebut, ada artis yang mengatakan bahwa saat ini adegan ciuman bukan merupakan hal yang wah lagi..mungkin dengan kata lain hal tersebut sudah menjadi kewajaran dalam sebuah film asal tidak terlepas dalam konteks film tersebut.

Tidak semua artis mempunyai pendapat seperti di atas, bahkan ada artis yang menolak untuk berciuman.. oia ciuman yang di maksud di sini adalah ciuman bibir ke bibir alias "lip to lip" kalo cium kening atau pipi seh ga terlalu masalah bagi mereka..

Dari pernyataan salah satu artis tersebut membuat saya bertanya-tanya..di manakah batas sebuah kewajaran berada..?!?!?! kalau kita perhatikan selama ini batas kewajaran selalu bergeser setiap jaman..contohnya.. dulu cewek (cewek desa lagi..) pakai kemben untuk mandi..sekarang cewek (cewek kota lagi..) pakai kemben untuk ke pesta.. dulu ga ada cewek pakai celana pendek untuk keluar rumah..sekarang cewek pakai "hot pants" kalo lagi jalan-jalan di mall..

Mau mengingatkan nanti kitanya malah dimaki2.."ini khan hak gue mau pake apa aja..yg penting gue merasa nyaman dan ga ganggu orang lain koq.. situ yang malah repot.."

Salah satu contoh ketidakwajaran adalah ada seorang artis yang ditegur karena dianggap kurang sopan dalam membawa sebuah acara..tanggapannya enteng banget.."banyak acara laen yang vulgar kenapa cuma saya yang ditegur..?!?!?"

Wah tampaknya negara kita dipenuhi dengan orang dewasa yang memiliki sifat kurang dewasa.. masak gara-gara banyak orang lain yang berbuat hal yang kurang baik kita juga ikut-ikutan berbuat hal yang sama dan tidak memperdulikan tentang etika dan norma..?!?!?

Ketika ada pertanyaan di manakah batas sebuah kewajaran berada..? Mungkin jawabannya terdapat pada etika, norma, agama, dan yang lebih penting dari semua itu adalah rasa mawas diri dari kita semua.. apakah kita akan berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari semua orang atau kita akan berusaha untuk "merasa "menjadi orang yang lebih baik dari orang lain.. Anda sendirilah yang menentukan itu semua...

Senin, 17 Maret 2008

sibuk

Walah.. sudah lama ga posting di "adhie namaku" ya begitulah.. sibuk...dari bersih2 rumah sampe masalah lamaran..

Setelah beberapa lama tidak ada panggilan ternyata minggu ini ada 2 panggilan.. bukannya saya tidak bersyukur.. tentu saya bersyukur sekali mendapat kesempatan tersebut tapi kenapa muncul pada saat yang bersamaan..?!?!? Saya sampai bingung mo pilih yang mana..yang satu peluang saya diterima cukup besar tapi berstatus karyawan kontrak dan tesnya pun di Magelang. Yang satu lagi peluang saya bisa dibilang cukup kecil kalau tidak dibilang fifty-fifty tetapi status karyawan tetap dan lokasi tesnya pun di Surabaya.

setelah berkonsultasi dengan saudara akhirnya saya ikut tes di Surabaya dulu setelah itu langsung berangkat ke Magelang karena (untungnya) tesnya berbeda satu hari. Malam sebelum tes di Surabaya saya sudah menyiapkan beberapa keperluan untuk ke Magelang nanti sehingga ketika saya pulang tes nanti saya bisa langsung berangkat.. tetapi alangkah terkejutnya saya ketika setelah tes berakhir ada pengumuman bahwa hasil tes dapat dilihat pada jam 6 sore hari itu juga. Waduh kalau begini keberangkatan saya harus mundur sampe saya lihat pengumuman nanti.. Dan setelah saya lihat hasilnya sore itu ternyata saya lolos untuk mengikuti ujian esok harinya..waduh gimana nich..?!?!? padahal besok juga ada tes di Magelang...

Setelah menghubungi saudara saya akhirnya saya diminta untuk meneruskan tes di Surabaya saja.. sebetulnya saya merasa tidak enak kepada saudara saya tersebut karena dia sudah bersusah payah untuk mendaftarkan saya di Magelang tetapi pada akhirnya saya tidak jadi mengikuti tes tersebut tapi ya mau bagaimana lagi...

Orang tua saya pun sebenarnya lebih mantap jika saya mengikuti tes di Magelang karena setidaknya peluang diterima lebih besar dari yang di Surabaya ini... sedangkan saya lebih mempertimbangkan status kepegawaian yang akan saya terima karena saya ini laki-laki.. tanggung jawabnya lebih besar.. kalau saya cuma pegawai kontrakan bagaimana nasib saya nantinya...?!?!? apalagi kalau nanti saya menikah... wah bisa pusing kalau sampai kontraknya tidak diperpanjang lagi.

Pada akhirnya saya mantap untuk melanjutkan tes di Surabaya... pada hari tersebut seharusnya hanya tes kepribadian tetapi untuk kedua kalinya saya terkejut karena saya juga mendapat jadwal untuk diskusi kelompok dan wawancara pada hari itu juga.. ya mau gimana lagi.. siap ga siap harus terus maju.

Setelah wawancara tersebut berakhir saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa teman yang juga senasib dengan saya..namun beberapa dari mereka berasal dari luar Surabaya.. mendengarkan cerita perjuangan mereka untuk mengikuti tes tersebut membuat saya bersyukur karena kondisi saya tidak separah mereka.. bayangkan saja ada yang kost hanya untuk empat hari bahkan ada yang menginap di masjid kampus..

Dari perbincangan tersebut saya juga menemukan sesuatu yang menarik ketika kami yang tidak pernah mengenal satu sama lain karena senasib dan seperjuangan dalam tes ini membuat kami akrab seperti kami sudah berteman lama padahal kami berbincang hanya bebebrapa menit saja.