selamat datang di adhiepati.blogspot.com

"..ini adalah sebagian dari kisah hidupQ & isi pikiran2Q yang ga penting, kalo saat ini anda sedang kurang kerjaan..baca saja dengan santai..dijamin tidak ada efek samping setelah anda selesai membaca blog ini.."

"..SELAMAT MEMBACA.."

Senin, 30 Juni 2008

demokrasi vs. demolition

Demo di Indonesia itu sudah biasa tapi yang agak ga biasa belakangan ini ya rusuhnya itu lho...
tiap hari berita di TV isinya demo yang rusuh...sampe bosen ngliatnya...!!!


Beberapa hari ato minggu yang lalu saya sempet baca komentar temen saya di milis, ternyata pendapat kami sama persis...intinya adalah demo itu dilakukan oleh mahasiswa yang notabene adalah agen elpiji...ehh...maap salah, maksud saya agen perubahan ato istilah kerennya "the agen of change". Mahasiswa juga dianggap sebagai bagian masyarakat yang intelek dalam arti mahasiswa adalah sosok manusia bagian dari masyarakat yang terpelajar.. jadi output yang dikeluarkan oleh mahasiswa seharusnya berbobot dalam hal logika dan dan pemikiran (apa bedanya logika sama pemikiran..?!?!?!)


Tapi apa yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini kelihatannya berbalik 180 derajat (di blog ga ada simbol derajat ya...?!). Saya pernah melihat suatu demo menolak kenaikan BBM yang dilakukan oleh mahasiswa di televisi, dimana para mahasiswa memblokir jalan utama sampe tuntutan mereka untuk menurunkan BBM dipenuhi oleh Pemerintah... mungkin bagi mereka tindakan itu terlihat heroik...namanya juga membela kepentingan rakyat tetapi celakanya dengan memblokir jalan tersebut para mahasiswa ternyata merugikan masyarakat pengguna jalan tersebut.


Banyak pengguna jalan yang protes dengan apa yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut tapi pada akhirnya mereka (masyarakat) juga tidak bisa berbuat banyak mengahadapi keras kepalanya para mahasiswa...


"Apa Mas ga kasihan sama pengguna jalan ini, mungkin ada dari mereka yang sakit atau keperluan darurat lainnya... " keluh seorang pria pengguna jalan.

"Apa pemerintah juga kasihan terhadap nasib rakyat dengan menaikkan BBM..?!!!"
ujar mahasiswa


Bagi saya Mahasiswa tersebut sudah mati rasa..tau kenapa..? karena dari jawaban tersebut bisa saya asumsikan demikian... Pemerintah aja ga peduli sama rakyat kenapa mahasiswa (yg demo) harus peduli...?!?!?!?!



Contoh lainnya adalah tidak jarang demo diakhiri dengan pembakaran ban bekas atau benda lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Mahasiswa (yg demo) tidak memikirkan dampak dari perbuatan yang mereka lakukan...di satu sisi ada yang peduli lingkungan dengan jargon "STOP GLOBAL WARMING" eehhh... lha kok yang demo tambah bikin polusi...bayangkan aja berapa kelompok yang melakukan demo di Indonesia dalam sehari trus jumlah'in ban yang dibakar...pasti asapnya memenuhi langit Indonesia.


Hal lainnya..merusak fasilitas pemerintah seperti pagar atau mobil plat merah... emangnya mahasiswa (yg demo) ga mikir kalo setelah mereka melakukan perusakan itu pastinya benda-benda tersebut diperbaiki lagi oleh pemerintah..nah kalo sudah begini uang darimana untuk memperbaiki semua fasilitas tersebut...dari APBN atau APBD... darimana asal dana tersebut..dari pajak..darimana pajak terkumpul..dari uang rakyat.. jadi kesimpulannya setiap kali mahasiswa demo merusak fasilitas pemerintah itu berarti mahasiswa tersebut memboroskan uang milik masyarakat sendiri...akhirnya ya beda-beda tipis sama koruptor...kalo koruptor ngambil uang rakyat..kalo mahasiswa demo memboroskan uang rakyat.


Pertanyaan dari artikel ini adalah "apakah itu akan membuat segalanya menjadi baik..?"


Kamis, 24 April 2008

batas sebuah kewajaran

tadi siang sempat nonton infotainment..ceiileee kurang kerjaan banget liat gituan..sebenarnya ga niat liat acaranya tapi niat liat pembawa acaranya aja..he3x...abis pembawa acaranya manis banget seh..jadi wajar khan..aq khan masih normal..ha3x...

Tetapi setelah liat sedikit jadi tertarik untuk liat sampe abis deh.. topiknya sekitar adegan ciuman dalam sebuah film.. intinya bagaimana sich pendapat para artis ketika mereka mendapat adegan yang mengharuskan untuk berciuman dengan lawan main mereka..yang tentunya lawan jenis juga..

Ada yang menganggap itu sebagai suatu kewajaran karena bagaimanapun itu adalah resiko dalam menjalankan pekerjaan mereka yang notabene adalah artis pemain film. Tuntutan keprofesionalan.. itu adalah sebagian alasan yang mereka kemukakan.

Nah yang lebih mengejutkan bagi saya saat lihat acara tersebut, ada artis yang mengatakan bahwa saat ini adegan ciuman bukan merupakan hal yang wah lagi..mungkin dengan kata lain hal tersebut sudah menjadi kewajaran dalam sebuah film asal tidak terlepas dalam konteks film tersebut.

Tidak semua artis mempunyai pendapat seperti di atas, bahkan ada artis yang menolak untuk berciuman.. oia ciuman yang di maksud di sini adalah ciuman bibir ke bibir alias "lip to lip" kalo cium kening atau pipi seh ga terlalu masalah bagi mereka..

Dari pernyataan salah satu artis tersebut membuat saya bertanya-tanya..di manakah batas sebuah kewajaran berada..?!?!?! kalau kita perhatikan selama ini batas kewajaran selalu bergeser setiap jaman..contohnya.. dulu cewek (cewek desa lagi..) pakai kemben untuk mandi..sekarang cewek (cewek kota lagi..) pakai kemben untuk ke pesta.. dulu ga ada cewek pakai celana pendek untuk keluar rumah..sekarang cewek pakai "hot pants" kalo lagi jalan-jalan di mall..

Mau mengingatkan nanti kitanya malah dimaki2.."ini khan hak gue mau pake apa aja..yg penting gue merasa nyaman dan ga ganggu orang lain koq.. situ yang malah repot.."

Salah satu contoh ketidakwajaran adalah ada seorang artis yang ditegur karena dianggap kurang sopan dalam membawa sebuah acara..tanggapannya enteng banget.."banyak acara laen yang vulgar kenapa cuma saya yang ditegur..?!?!?"

Wah tampaknya negara kita dipenuhi dengan orang dewasa yang memiliki sifat kurang dewasa.. masak gara-gara banyak orang lain yang berbuat hal yang kurang baik kita juga ikut-ikutan berbuat hal yang sama dan tidak memperdulikan tentang etika dan norma..?!?!?

Ketika ada pertanyaan di manakah batas sebuah kewajaran berada..? Mungkin jawabannya terdapat pada etika, norma, agama, dan yang lebih penting dari semua itu adalah rasa mawas diri dari kita semua.. apakah kita akan berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari semua orang atau kita akan berusaha untuk "merasa "menjadi orang yang lebih baik dari orang lain.. Anda sendirilah yang menentukan itu semua...